Kalau kamera kita sudah ada auto-focus, dan fasilitas auto-focus tersebut bekerja sangat cepat dan akurat, bisa jadi kita pun bertanya:
“Lalu apa gunanya fokus secara manual? Toh dengan auto bisa lebih cepat dan lebih akurat?”
Kamera dan lensa memang semakin lama semakin canggih, dan tentunya tidak ada salahnya bagi kita untuk memanfaatkan teknologi demi memudahkan hidup kita.
Buat apa bersusah-susah kalau ada teknologi yang bisa membuatnya mudah?
Tapi seperti teknologi canggih lainnya, auto focus bukan ‘dewa’ yang tahu segala. Ada kalanya kamera dan lensa ‘bingung’ untuk melayani kemauan kita.
Untuk mudahnya lihat contoh berikut:
Saya hendak memotret ke luar jendela, tapi sayangnya jendela tersebut ada tirainya. Dengan mata saya, saya masih bisa melihat keluar melalui sela-sela tirai, tapi ketika saya coba untuk memotret, auto focus ‘kebingungan’ menentukan titik mana yang harus diambil, dan bolak balik kembali memfokuskan diri ke tirai jendela dan bukan ke pemandangan di luar.

Set kamera ke fokus manual, dan bingo. Dapat gambarnya. Tentu tidak sempurna karena ada tirai yang menghalangi. Tapi lumayan daripada tidak dapat sama sekali.

Masalah seperti ini juga biasa ditemui ketika kita hendak memotret binatang yang berada di balik jeruji di kebun binatang, misalnya.
Fokus manual memang jarang dipakai. Tapi ketika dibutuhkan, manfaatnya besar sekali.
