Sering mendengar orang bicara fotografi dan menyebut-nyebut DOF? Apa itu DOF? Juga orang menyebut-nyebut f-stop. Apa sih ini?
DOF, atau Depth of Field, untuk mudahnya bisa dijelaskan sebagai “bagian dari foto yang kelihatan tajam”.
Teorinya begini: lensa hanya bisa fokus di satu jarak tertentu, dan pada titik fokus ini gambar akan kelihatan paling tajam. Sedikit maju atau sedikit mundur dari titik ini maka gambar akan mulai blur secara gradual. Namun, karena kemampuan mata kita terbatas, perubahan ketajaman yang sedikit demi sedikit ini belum tentu tertangkap mata. Nah, area yang bagi mata masih bisa dianggap tajam inilah yang disebut Depth of Field.
Di fotografi, area ini bisa besar, bisa juga kecil. Bila kita melihat foto pemandangan di mana gambar terlihat tajam dari ujung ke ujung, itu berarti depth of field nya besar. Kalau kita melihat foto closeup di mana hanya obyeknya saja yang tajam sementara latar depan dan latar belakangnya tampak blur, maka depth of field nya lebih kecil.
Semakin besar depth of field, semakin besar area di foto yang tampak tajam. Semakin kecil depth of field semakin sempit area di foto yang tajam.
Lalu bagaimana mengatur depth of field ketika memotret?
Depth of field bergantung pada tiga faktor: jarak obyek, panjang lensa, dan besar kecil bukaan lensa (aperture). Jadi kalau jarak sama, dan lensa yang dipakai sama, maka untuk mengubah depth of field kita harus mengatur besar-kecil aperture.
Bicara besar kecil aperture sampailah kita ke istilah f-stop, atau f-number. Pernah dengar kan? Angka f-stop yang lazim misalnya f/4, f/16 atau f/22. Ini dia yang dimaksud dengan besar kecil aperture. Tidak usah bingung, ini rumus sederhana yang bunyinya: panjang fokus (f) dibagi dengan diameter aperture. Semakin besar angka diameter aperture, semakin kecil-lah nilai f-number kita (ya iya lah, angka pembagi makin besar, ya hasil pembagiannya jadi makin kecil)
Teorinya: semakin besar f-number, depth of field akan makin besar, semakin kecil f-number, depth of field makin kecil.
Jadi: Semakin besar f-number, semakin banyak area yang tajam, semakin kecil f-number, semakin sedikit area yang tajam.
menggunakan f-stop besar
menggunakan f-stop lebih kecil
Memakai f/16 atau f/22 misalnya, akan membantu untuk memotret pemandangan, karena dari ujung ke ujung gambar akan kelihatan tajam. Untuk gambar yang sama, memakai f/4 atau f/2.8 akan membantu untuk mengisolasi suatu obyek tertentu di dalam gambar, agar menjadi lebih dominan dari sekelilingnya.
Ah, ini sih hanya buat SLR. Kamera poket tidak bisa.
Siapa bilang? Di kamera digital yang mini pun tersedia fasilitas Aperture Priority. (Tentu hasilnya tidak sama dengan SLR, karena di kamera mini kita tidak bisa gonta-ganti lensa. Ingat di atas, depth of field juga bergantung pada panjang lensa).
Untuk ‘bermain-main’ depth of field kita tidak harus pakai SLR…

7 Comments
Dari seri John Grisham, gue belum baca The Appeal
Dari seri Dan Brown, gue belum baca Deception
hehehe…. sorry, bukannya ngebahas kamera malah ngebahas buku yang pengen gue pinjam
Yg Dan Brown judulnya Deception Point. Mau baca?
Mau dong…. yang John Grissham juga mau…. bisa dikirim pake ojek kerumah gue ? hehe
ehm mau nanya dong, itu f stop/ f number itu yg jenis lensa nya khan ? contoh f 3.5/f 1.8 gtu ?
trus uda gtu, bkannya kalo f nya makin kecil makin bagus ya ?
thx
Alz,
Ya, betul. f number itu yg tertulis di lensa f 3.5 dll.
Mengenai besar kecilnya, tentu tergantung kebutuhan. Kadang kita ingin memotret pemandangan dan kita ingin latar belakang dan latar depan sama tajamnya.
Untuk ini tentu perlu f number yang lebih besar. Tapi di kesempatan lain mungkin kita ingin memotret suatu obyek dan ingin latar belakang terlihat buram, agar obyek bisa tampil lebih menonjol. Untuk ini tentu perlu f number lebih kecil.
oohh gitu ya. absnya dnger” orang bilang kalo f number lbi kcil tuh lbi bgus hehe.
eh iya, kalo msalkan aperture nya lbi besar itu, latar belakang lebi tajam ato lebi buram yah ?
jadi kalo dof kecil itu khan brarti latar belakang buram khan ya ?
masih rada bngung nih
Alz,
ya betul, semakin kecil dof, semakin banyak area di luar titik fokus yang akan kelihatan buram.