Over dan Underexposure

Istilahnya mungkin keren, tapi penjelasannya ternyata sederhana. Tentu sebelum bicara over dan underexposure, kita perlu menjawab dulu apa itu exposure?

Sederhananya, exposure adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada film (kalau memotret dengan film, kalau digital ini diganti sensor).

Jadi, kalau mau simple, maka bila cahaya yang masuk terlalu banyak bisa dibilang overexposure dan bila cahaya yang masuk kurang  disebut underexposure.

Tapi ini penjelasan yang amat sederhana, dan mungkin bisa dilengkapi sedikit lagi: Bila di area gelap (shadow) kita mulai kehilangan detilnya alias semua terlihat hitam, maka ini disebut underexposure. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

under

Di gambar, kita tak bisa melihat detil pot bunganya, karena semua gelap.

Sebaliknya, bila kita kehilangan detil di area terang (highlight) alias semua terlihat putih, maka ini disebut overexposure. Contohnya di bawah ini:

over

Lihat area di kanan bawah, detilnya hampir hilang sama sekali dan didominasi warna putih.

Mengambil foto dengan area terang gelap yang ekstrim memang tidak mudah. Ingin menangkap detil bagian yang terang, bagian yang gelap jadi gelap sekali. Ingin mendapat detil yang gelap, yang terang jadi terang sekali.

Foto di bawah ini kita mencoba untuk mendapatkan detil di kedua-duanya. Pot bunga masih kelihatan detilnya, sementara area terang di kanan bawah tidak didominasi warna putih. (Untuk lebih lanjut tentang bagaimana mengatur exposure bisa dilihat di sini).

mid

Tapi mungkin ada baiknya untuk tidak melihat under dan overexposure sebagai sesuatu yang salah. Kadang underexposure justru diharapkan. Ketika memotret siluet misalnya (bisa dilihat di sini). Overexposure juga kadang diperlukan untuk memberi nuansa tertentu di dalam foto. Sementara itu foto yang serba ‘pas’ seperti contoh di atas justru kelihatan (ehem!) boring.

Jadi, pada akhirnya semua tergantung apa tujuan foto kita.


Leave a comment