<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mitektek</title>
	<atom:link href="http://mitektek.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mitektek.net</link>
	<description>blog tentang belajar memotret</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2009 22:21:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Irving Penn</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/10/irving-penn/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/10/irving-penn/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 22:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[By the way]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Slide show dari foto-foto Irving Penn, fashion photographer, yang meninggal ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.nytimes.com/slideshow/2008/01/17/arts/20080118_PENN_SLIDESHOW_index.html">Slide show</a> dar<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-556" style="border: 1px solid #DDDDDD; margin: 5px;" title="penn" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/10/nytimes-150x150.jpg" alt="penn" width="150" height="150" />i foto-foto Irving Penn, fashion photographer, yang meninggal 7 Oktober 2009 di NY.</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>Mr. Penn’s talent for picturing his subjects with compositional clarity and economy earned him the widespread admiration of readers of Vogue during his long association with the magazine, beginning in 1943. It also brought him recognition in the art world; his photographs have been exhibited in museums and galleries and are prized by collectors</em>.&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/10/irving-penn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengakali soft-focus</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/09/mengakali-soft-focus/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/09/mengakali-soft-focus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 11:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making it better]]></category>
		<category><![CDATA[soft focus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Ingin membuat foto soft-focus tapi tidak punya filter-nya.
Lalu bagaimana?
Mungkin bisa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-249 alignleft" style="border: 1px solid #dddddd; margin: 5px;" title="riwanto" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/r.jpg" alt="riwanto" width="50" height="50" />Ingin membuat foto soft-focus tapi tidak punya filter-nya.<br />
Lalu bagaimana?<br />
Mungkin bisa diakali menggunakan Photoshop. Di bawah ini adalah salah satu caranya.</p>
<p>Siapkan foto yang hendak disunting. Misalnya kita akan menggunakan foto di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-536 aligncenter" title="step_01" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_01-300x187.jpg" alt="step_01" width="300" height="187" /></p>
<p>Buat duplicate layer dari foto tersebut, dengan klik kanan di layer foto yang ada, lalu pilih &#8220;duplicate layer&#8221;.</p>
<p>Di layer baru ini, kita buat gambarnya menjadi blur, dengan Filter &gt; Blur &gt; Gaussian blur.<br />
Besar kecilnya kadar blur yang diinginkan tentu bergantung selera, tapi kalaupun foto lalu jadi tidak begitu jelas, jangan kuatir. Hasil akhirnya nanti tidak seperti itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-537 aligncenter" title="step_02" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_02-300x187.jpg" alt="step_02" width="300" height="187" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p>Setelah itu,kecilkan opacity. Ini untuk membuat foto yang tadi kita buat blur mulai membaur dengan layer foto asli yang ada di bawahnya.<br />
Besar kecilnya opacity juga masalah selera. Coba-coba saja sampai pas di hati.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-538 aligncenter" title="step_04" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_04-300x187.jpg" alt="step_04" width="300" height="187" /></p>
<p style="text-align: left;">Nah, hampir selesai: Tapi nanti dulu: Di efek soft focus kan seharusnya obyek utama masih tetap tajam, dan hanya sekitarnya saja yang soft? Kalau ini kan soft semua? Tidak bagus dong?</p>
<p>Betul. Jadi berikutnya kita harus &#8216;menghapus&#8217; area yang buram di sekitar wajah, agar gambar asli yang tajam di layer bawahnya yang muncul.</p>
<p>Caranya, tetap di layer teratas, dan klik Add Vector Mask.</p>
<p style="text-align: left;"><img class="size-full wp-image-539 aligncenter" title="step_03" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_03.jpg" alt="step_03" width="269" height="194" /></p>
<p style="text-align: left;">Lalu pilih brush tool, pilih warna hitam, dan turunkan opacity brush ke 5 &#8211; 10% saja. Pilih ukuran brush yang tidak terlalu besar agar kita bisa &#8216;menyapu&#8217; hanya area wajah tanpa mengenai area lainnya.<br />
Dengan vector mask ini, kita bisa sedikit demi sedikit menyapu area wajah agar bisa tajam mengikuti foto aslinya.</p>
<p style="text-align: left;"><img class="size-medium wp-image-540 aligncenter" title="step_05" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_05-300x187.jpg" alt="step_05" width="300" height="187" /><br />
Setelah selesai, bisa gunakan <a href="http://mitektek.net/2009/06/level-adjustment/">level adjustment</a> dan <a href="http://mitektek.net/2009/07/burn-baby-burn/">burn</a> untuk membuat foto agar sesuai keinginan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-542 alignnone" style="border: 1px solid #dddddd; margin: 5px;" title="step_06" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/09/step_06.jpg" alt="step_06" width="500" height="313" /></p>
<p>Catatan:</p>
<p>Level adjustment dan burn tidak harus dilakukan di akhir proses. Bisa juga dilakukan sebelum menerapkan efek soft focus di atas.<br />
Photoshop menggunakan Photoshop kuno versi 7.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/09/mengakali-soft-focus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo memotret</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/08/ayo-memotret/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/08/ayo-memotret/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 09:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>minda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taking pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Kamera yang dipunya hanya kamera poket tanpa fasilitas dan lensa-lensa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-248 alignleft" style="border: 1px solid #dddddd;" title="minda" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/m.jpg" alt="minda" width="50" height="50" />Kamera yang dipunya hanya kamera poket tanpa fasilitas dan lensa-lensa yang canggih, lampu untuk pencahayaan pun tak punya, hanya mengandalkan cahaya alam, lampu rumah dan lampu kilat yang built in&#8230;</p>
<p>Bisakah kita membuat foto bagus?</p>
<p>Hati mungkin berkata “Hmmm… mana mungkin…. Katanya kan kecanggihan kamera juga mempengaruhi hasil foto?”</p>
<p>Iya sih, tapi jangan kecil hati dulu, karena karya yang bagus dan kepuasan batin tidak selalu bergantung perangkat yang mahal.</p>
<p>Tips-tips berikut ini mungkin bisa menjadi masukan :</p>
<p><strong>1. Luangkan waktu.</strong><br />
Semakin sering kita memotret, semakin besar kemungkinan kita menghasilkan foto yang bagus. Memotret apa? Apa saja. Dari yang biasa seperti wisuda sekolah anak, kegiatan 17-an, foto-foto liburan, sampai foto-foto yang sifatnya spontan seperti hujan yang jatuh di taman rumah, sedang jalan-jalan di komplek lalu terinspirasi melihat bunga tetangga yang sedang mekar dengan indahnya, atau melihat anak-anak yang sedang main dan tersentuh untuk mengabadikan perjalanan hidup mereka.<br />
Apapun itu, jangan tunggu lagi: segera luangkan waktu, ambil kamera dan mulai memotret.</p>
<p><strong>2. Ambil gambar sebanyak mungkin.</strong><br />
Kalau dulu masih menggunakan roll film untuk memoto, hobby fotografi memang terbentur dengan biaya, tapi sekarang dengan adanya kamera digital, sudah tidak ada lagi kendala untuk memotret. Mau 1 kali jepret, 20 kali jepret atau 200 kali jepret biayanya  hampir sama. Jadi tak usah ragu-ragu: ambil foto sebanyak mungkin. Ketika memotret si kecil adengan stroller-nya misalnya, ambil foto sebanyak mungkin dari setiap sudut, setiap gerakan, setiap ekspresi, dari beragam jarak.</p>
<p>Semakin banyak foto yang diambil, semakin besar kemungkinan kita mendapat foto yang bagus. Percaya deh, dari 200 kali jepretan, yang sreg di hati mungkin hanya beberapa saja. Setelah didownload, nikmati hasilnya sebelum memilih yang terbaik untuk disimpan. Hapus yang tidak layak agar tidak membuat penuh tempat penyimpanan.</p>
<p style="text-align: left;">
<p><strong><img class="size-full wp-image-528 aligncenter" style="border: 1px solid #DDDDDD; margin: 5px;" title="rayhan" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/08/rayhan2.jpg" alt="rayhan" width="579" height="468" /></strong></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><strong>3. Buat Foto yang bercerita.</strong><br />
Bila kebetulan memotret suatu acara, selain memotret obyek-obyek yang biasa untuk keperluan dokumentasi, selingi dengan sedikit kreatif memotret obyek-obyek foto dengan sudut pandang berbeda dan pose yang candid, alami dan tak terlalu diatur. Jangan takut-takut untuk berpindah-pindah posisi untuk mendapatkan angle yang lebih menarik, dan jangan terpaku pada sudut-sudut pandang yang konvensional.</p>
<p><strong>4. Edit foto.</strong><br />
Mengedit foto menggunakan peranti lunak  itu bukan dosa. Bukan juga berarti &#8216;membagus-baguskan foto yang jelek&#8217;, justru sebaliknya: Membuat foto anda yang bagus menjadi lebih bagus lagi. Di setiap foto tersembunyi sebuah keindahan, dan peranti lunak macam photoshop dan GIMP bisa membantu kita &#8216;menemukan&#8217; keindahan itu.<br />
Ada obyek tak diinginkan tertangkap di foto? Coba hilangkan dengan crop.  Cahaya kurang cerah? Coba perbaiki dengan <a href="http://mitektek.net/2009/06/level-adjustment/">level  adjustment</a>.  Warna kurang menarik? Coba dibuat <a href="http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/">hitam putih</a>, siapa tahu jadi lebih bagus.  Lakukan ini sebelum kita memutuskan untuk menghapus file foto yang kita tidak suka.</p>
<p><strong>5. Jangan mudah terpengaruh pendapat orang lain</strong><br />
Selera orang berbeda-beda, yang bagus menurut orang lain belum tentu bagus di mata kita, begitu juga sebaliknya. Jadi percaya diri saja. Bila hati kita puas dengan foto-foto yang kita ambil, itu sudah sebuah prestasi. Setelah itu, usahakan untuk lebih bagus lagi. Bandingkan dengan foto-foto yang terdahulu dan lihat betapa kemampuan anda meningkat seiring dengan seringnya anda memotret. Ini bisa jadi penyemangat untuk terus memotret.</p>
<p><!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --> <!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/08/ayo-memotret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bench</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/08/bench/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/08/bench/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 12:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keeping it forever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[
(Vienna, 2008)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-523" style="border: 1px solid #DDDDDD;" title="bench" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/08/bench.jpg" alt="bench" width="600" height="408" /></p>
<p style="text-align: center;">(Vienna, 2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/08/bench/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bicycle Ride</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/08/bicycle-ride/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/08/bicycle-ride/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 12:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keeping it forever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[
(2009)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-518 aligncenter" style="border: 1px solid #DDDDDD;" title="b_ride" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/08/b_ride.jpg" alt="b_ride" width="600" height="518" /></p>
<p style="text-align: center;">(2009)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/08/bicycle-ride/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New York City : Foto</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/08/new-york-city-foto/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/08/new-york-city-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 20:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[By the way]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Foto-foto dari  “New York Photographs” exhibition di International Herald Tribune. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Foto-foto dari  “New York Photographs” exhibition di <a href="http://themoment.blogs.nytimes.com/2009/08/05/in-focus-new-york-city/">International Herald Tribune</a>.  Dari karya Alfred Eisenstaedt,  Diane Arbus sampai  Philip-Lorca di Corcia dan Andrew Moore.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/08/new-york-city-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rule of Thirds</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/08/rule-of-thirds/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/08/rule-of-thirds/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 10:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>minda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taking pictures]]></category>
		<category><![CDATA[komposisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Ketika memotret, hal pertama yang ada di pikiran kita adalah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-248" style="border: 1px solid #DDDDDD; margin: 5px;" title="minda" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/m.jpg" alt="minda" width="50" height="50" />Ketika memotret, hal pertama yang ada di pikiran kita adalah menentukan obyek apa yang hendak kita potret. Obyek ini biasa disebut sebagai point of interest.</p>
<p>Setelah itu pertanyaan yang muncul adalah &#8216;ditaruh&#8217; di mana obyek kita tersebut? Di tengah? Di kiri? Di mana bagusnya? Ini yang biasa disebut &#8216;mengatur komposisi&#8217;.</p>
<p>Dalam seni lukis, desain dan fotografi, ada panduan komposisi yang disebut sebagai <em>Rule of Thirds</em>.</p>
<p>Panduan Rule of Thirds adalah dengan membayangkan garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian yang sama.</p>
<p>Jadi ketika memotret, kita membayangkan seolah-olah kita menarik garis dua garis vertikal dan dua garis horisontal. Obyek yang menjadi point of interest kita lalu kita letakkan di sepanjang garis ini atau di titik pertemuan antara dua garis (biasa disebut <em>power point</em>).</p>
<p>Karena lebih sebagai panduan dan bukan aturan, penempatan obyek tentu tidak selalu harus tepat di sepanjang garis atau di pertemuan dua garis seperti di atas. Tapi menempatkan obyek di sekitar garis ini pada umumnya akan membantu kita membentuk komposisi yang lebih bagus.</p>
<p>Pada contoh di bawah ini kita bisa lihat bahwa point of interest orang yang berlari kita tempatkan di dekat garis vertikal sebelah kiri, sementara perahu kita tempatkan di dekat garis vertikal sebelah kanan. Selain itu garis cakrawala kita tempatkan di garis horisontal bawah.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-499" style="border: 1px solid #DDDDDD;" title="rule of thirds" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/08/rulethird.jpg" alt="rule of thirds" width="640" height="440" /></p>
<p>Tentu dalam suatu karya seni akan lebih bebas bila tak banyak aturan, toh katanya “the beauty is in the eye of the beholder”, tapi jika hasil foto terbukti terlihat lebih bagus dengan Rule of Thirds ini ya tentu tidak ada salahnya untuk dicoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/08/rule-of-thirds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Foto Menjadi Hitam Putih (III)</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-iii/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making it better]]></category>
		<category><![CDATA[black and white]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Mengubah foto menjadi hitam putih juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-249 alignleft" style="border: 1px solid #dddddd; margin: 5px;" title="riwanto" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/r.jpg" alt="riwanto" width="50" height="50" />Mengubah foto menjadi hitam putih juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan channel.</p>
<p>Di channel, terdapat channel Red, Green dan Blue. Lihat satu persatu kira-kira channel mana yang akan memberikan hasil yang paling disukai. (dalam contoh ini kita pilih channel Red).</p>
<p><a href="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/sc_channel.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-492" title="sc_channel" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/sc_channel-150x150.jpg" alt="sc_channel" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Setelah itu, dengan channel tersebut tetap dipilih, gunakan Image &gt; Mode &gt; Grayscale untuk membuang channel-channel yang lain.</p>
<p>Sebelum:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-471" title="bw1" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/bw1.jpg" alt="bw1" width="400" height="300" /></p>
<p>Sesudah:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-493" title="bw_channel" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/bw_channel.jpg" alt="bw_channel" width="400" height="300" /></p>
<p>Bandingkan foto ini dengan foto yang sama, yang kita buat menjadi hitam putih menggunakan <a href="http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/">desaturate</a> di bawah ini. Beda kan?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-472" title="bw_desaturate" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/bw_desaturate.jpg" alt="bw_desaturate" width="400" height="300" /></p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p>Cara lain membuat foto hitam putih:</p>
<ul>
<li><a href="http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/">Menggunakan desaturate</a></li>
<li><a href="http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-ii/">Menggunakan greyscale</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Foto Menjadi Hitam Putih (II)</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-ii/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making it better]]></category>
		<category><![CDATA[black and white]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Cara lain yang mudah untuk mengubah foto berwarna menjadi hitam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara lain yang mudah untuk mengubah foto berwarna menjadi hitam putih adalah dengan menggunakan greyscale.</p>
<p>Image &gt; Mode &gt; Greyscale</p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-485 alignnone" title="sc_grayscale" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/sc_grayscale-150x150.jpg" alt="sc_grayscale" width="150" height="150" /></p>
<p>Cara ini memberikan hasil yang tidak jauh berbeda dengan bila menggunakan desaturate (dijelaskan di <a href="http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/">sini</a>).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Foto Menjadi Hitam Putih (I)</title>
		<link>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/</link>
		<comments>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making it better]]></category>
		<category><![CDATA[black and white]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mitektek.net/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara untuk membuat foto kita dari berwarna menjadi hitam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-249" style="border: 1px solid #DDDDDD; margin: 5px;" title="riwanto" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/r.jpg" alt="riwanto" width="50" height="50" />Banyak cara untuk membuat foto kita dari berwarna menjadi hitam putih.<br />
Cara termudah adalah dengan menggunakan Desaturate.</p>
<p>Image &gt; Adjustment &gt; Desaturate.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-478 alignnone" title="sc_desaturate" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/sc_desaturate-249x300.jpg" alt="sc_desaturate" width="249" height="300" /></p>
<p>Foto akan berubah menjadi hitam putih. Setelah itu, bila perlu kita bisa gunakan level adjustment (seperti dijelaskan di <a href="http://mitektek.net/2009/06/level-adjustment/">sini</a>).</p>
<p>Sebelum:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-471 aligncenter" title="bw1" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/bw1.jpg" alt="bw1" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: left;">Sesudah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-472" title="bw_desaturate" src="http://mitektek.net/wp-content/uploads/2009/07/bw_desaturate.jpg" alt="bw_desaturate" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Catatan:</p>
<p style="text-align: left;">Photoshop menggunakan versi lama photoshop 7.0.<br />
Ilustrasi foto: Vienna, 1st District, 2005</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mitektek.net/2009/07/mengubah-foto-menjadi-hitam-putih-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
